biaya haji plus 2025

Biaya Haji Plus 2025

Biaya Haji Plus 2025 – Haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib bagi umat Islam yang mampu baik dari segi fisik maupun materi. Berbeda dengan haji reguler, haji plus memberikan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman untuk jamaah. Namun, tentu saja, kemudahan ini datang dengan biaya tambahan.

Sebelum kita membahas lebih detail tentang biaya haji plus, penting untuk memahami bahwa biaya ini meliputi banyak aspek, mulai dari biaya penerbangan, akomodasi, makanan, transportasi lokal, hingga biaya manasik haji dan biaya tambahan lainnya. Perlu diingat bahwa biaya ini dapat naik tergantung pada faktor-faktor seperti nilai tukar mata uang, inflasi, dan perubahan biaya hidup di Arab Saudi.

Perkiraan biaya haji plus 2025, meskipun belum dapat ditentukan secara pasti, bisa diasumsikan akan mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, antara lain, adalah kenaikan harga tiket pesawat, biaya hidup di Arab Saudi, dan biaya layanan lainnya yang terus meningkat setiap tahunnya.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga telah menaikkan biaya visa haji dan umroh, yang tentunya berdampak langsung pada biaya keseluruhan haji plus. Biaya ini meliputi biaya visa, asuransi kesehatan, biaya transportasi dari dan ke bandara, serta biaya akomodasi dan makanan selama di Arab Saudi.

Biaya Haji Plus 2025

Haji Plus juga menyediakan layanan yang lebih lengkap dibandingkan haji reguler. Layanan ini meliputi akomodasi hotel berbintang 4 hingga 5, transportasi khusus, pembimbing haji yang berpengalaman, dan layanan kesehatan. Biaya ini tentunya akan meningkatkan biaya total haji plus.

Untuk memberikan gambaran lebih konkret, perkiraan biaya haji plus 2025 diperkirakan mencapai 100 juta Rupiah hingga 150 juta Rupiah per orang, tergantung pada paket yang dipilih. Jumlah ini tentu saja berbeda-beda untuk setiap jamaah, tergantung pada preferensi mereka, seperti jenis akomodasi yang dipilih dan berbagai faktor lainnya.

Paket Haji Plus Premium ​

  • Pesawat Tanpa Transit
  • Hotel Ajum Setara Bintang 5 di Mekkah, 
  • Hotel Rawdat Al Aqeeq setara bintang di Madinah, 
  • Aziziyah di Apartemen (Rumah Transit)
  • Maktab no 72
  • Tenda ber-AC di Min
  • Makan 3 kali dalam sehari

Paket Haji Plus VIP ​

  • Pesawat Tanpa Transit
  • Hotel Ajum Setara Bintang 5 di Mekkah,
  • Hotel Rawdat Al Aqeeq setara bintang di Madinah,
  • Aziziyah di Apartemen (Rumah Transit)
  • Maktab no 116
  • Tenda ber-AC di Min
  • Makan 3 kali dalam sehari

Paket Haji Plus Patinum

  • Pesawat Tanpa Transit
  • Hotel Hyatt Regency Setara Bintang 5 di Mekkah, 
  • Hotel Hilton setara bintang di Madinah, 
  • Hotel transit
  • Maktab no 111
  • Tenda ber-AC di Min
  • Makan 3 kali dalam sehari

Perbedaan Haji Plus dan Haji Reguler

Ada dua tipe haji yang bisa dipilih oleh jamaah, yaitu haji reguler dan haji plus. Kedua tipe haji ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dari segi biaya, fasilitas, hingga pengalaman ibadahnya. Mari kita bahas lebih dalam tentang perbedaan antara haji plus dan haji reguler.

1. Biaya

Biaya adalah salah satu perbedaan utama antara haji plus dan haji reguler. Seperti namanya, haji plus menawarkan pelayanan “plus” atau lebih dibandingkan haji reguler, sehingga biayanya pun jauh lebih tinggi. Biaya haji reguler ditentukan oleh pemerintah dan relatif lebih terjangkau bagi masyarakat luas, sementara biaya haji plus ditentukan oleh penyelenggara haji plus itu sendiri dan biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurs mata uang, biaya akomodasi, dan lainnya.

2. Fasilitas

Fasilitas yang ditawarkan pada haji plus biasanya lebih lengkap dan nyaman dibandingkan haji reguler. Untuk akomodasi, haji plus biasanya menyediakan hotel berbintang yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sementara pada haji reguler, akomodasi yang disediakan biasanya adalah penginapan atau hotel berbintang rendah yang letaknya cukup jauh dari dua masjid tersebut.

Selain itu, pada haji plus, transportasi antar jemput dari hotel ke masjid dan antar lokasi ibadah disediakan secara khusus untuk memudahkan mobilitas jamaah. Sementara pada haji reguler, jamaah biasanya menggunakan transportasi umum atau harus berjalan kaki.

3. Layanan

Haji plus biasanya menawarkan layanan personal guide atau pembimbing haji pribadi yang akan mendampingi jamaah selama proses ibadah haji. Hal ini tentu sangat membantu, terutama bagi jamaah yang pertama kali melaksanakan ibadah haji. Sementara pada haji reguler, pembimbing haji biasanya adalah satu orang untuk beberapa jamaah sekaligus.

  1. Waktu Tunggu

Waktu tunggu haji reguler rata-rata 50 tahun, sedangkan haji plus cuma 6-7 juta saja, jamaah tidak harus menunggu dengan waktu lama lagi.

Secara keseluruhan, baik haji plus maupun haji reguler memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan tipe haji sangat bergantung pada kondisi finansial dan preferensi pribadi masing-masing jamaah. Bagi yang menginginkan kenyamanan dan fleksibilitas lebih, haji plus bisa menjadi pilihan. Sementara bagi yang menginginkan biaya yang lebih terjangkau, haji reguler bisa menjadi opsi. Yang terpenting adalah niat dan kesungguhan dalam melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *